Nikmatnya Dipuasin Kakak Kandungku

Introduction
Kisah ini menceritakan tentang sebuah perjalanan adik laki - laki yang mendapat kenikmatan dari kakak kandungnya sendiri.

Pemeran Cerita Sebagai Berikut.
Tokoh Utama :
  • Riko
  • Maya

Sebelum anda membaca lebih dalam , kami menghimbau dan memastikan bahwa anda benar - benar berusia lebih dari 18 tahun. 

Story Content
Novel Dewasa CMD - Sebelumnya terimakasih telah sudi membaca kisahku ini. Aku Riko ( 25 ). Di keluargaku , aku adalah anak ke tiga dari 3 bersaudara. Kakak pertamaku ialah Lala , sedangkan kakak keduaku bernama Maya.

Ini adalah kisah manisku yang pernah ku alami beberapa tahun silam. Hingga sampai detik ini aku selalu mengingat kenangan nikmat nan indah ini.

Pertemuan Yang Mengesankan

Maya kakak keduaku jarang banget ada dirumah. Hal itu karena ia sudah bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai ternama.

Ia pulang kerumah setiap satu bulan sekali , sehingga membuat kami sekeluarga rindu akan kedatangannya.

Sore hari sekitar jam 4 , hpku berdering. Ku lihat ternyata Maya menelpon. Setelah melakukan pembicaaan ia mengabarkan akan pulang besok siang dan menyuruh aku untuk menjemputnya.

Dengan senang hati aku siap dan sanggup untuk menjemputnya. Malamnya aku tak bisa tidur lantaran memikirkan maya yang notabene sebagai kakak kandungku sendiri. Akupun mengambil hpku dan melihat galeri foto , ku lihat foto dimana saat aku dan maya tengah asyik berlibur.

Foto itu menunjukan maya memakai baju bikini yang sexy abis. Tak lama setelah aku memandangi fotonya , penis inipun menggeliat. Rasa - rasanya ingin sekali menumpahkan air many. Tetapi sama siapa? Akupun binggung jadinya.

Daripada sange ga karuan , ku letakan kembali hpku dan memejamkan mata agar lekas tidur.

Paginya , aku bangun kesiangan. Seperti biasa ibuku menyiramku dengan seember air agar aku terbangun. Maklum aja aku kalo tidur suka ngebo.Lantas akupun bergegas untuk membersihkan badan ini. Tak lupa aku masih ingat bahwa hari ini aku menjemput kak maya di bandara. 

Waktu terus berjalan hingga tibalah saat yang tepat yaitu sore hari , dan aku bergegas untuk menjemput maya ke bandara dengan motor butut ini. 

Bertemu Di Bandara

Sesampainya di bandara , ku cari lokasi penjemputan di sana. Jam menunjukan 16:45 WIB dimana jam tersebut seharusnya kak maya sudah sampai disini. Ku coba telfon namun hapenya belum juga aktif. Masih berfikir positif , mungkin saja kak maya masih dalam pejalanan jalan kaki keluar dari pesawat. Hingga setengah jam menunggu namun kak maya tak kunjung jua datang.

Lalu ku coba telfon kembali dianya , akhirya berdering dan dia pun menjawabnya. Lantas setelah ia memberikan petunjuk lokasinya aku bergegeas mencarinya. Beberapa saat kemudian kamipun bertemu dan seperti apa yang ku fikirkan kak maya langsung mendekapku dari depan.

Ku rasakan dua benjolan besar yang menabrak dada ini. Tepat di dada ini payudara kak maya menempel erat seakan tak ku biarkan lepas dari masa indah ini. Namun , tak sampai lima menit kak maya menyudahi pelukan ini.

" Dek , kakak kangen banget ama kalian."

" Iya kak sama adek juga kangen ama kamu , juga keluarga dirumah. " 

" Apa kabar papa sama mama?" 

" Baik kak."

" Ayo ah .. kakak dah ga sabar ketemu mereka."

Lalu kamipun berangkat menuju rumah kami. Sekitar 30 menit perjalanan sampai juga kami dirumah. kak maya disambut oleh ortu. Mereka sangat bahagia karena anak pertamanya pulang. Lekas ke dapur ku buatkan kak maya teh hangat.

Lalu mereka mengobrol asyik , sementara aku masuk ke kamar dan melepas penat ini karena capek dengan sebatang rokok dan kopi. Setengah jam kemudian kak maya menghampiriku.

" Lagi ngapain dek..."

" Kakak liat ndiri lah adek lagi ngapain."

" ihhh ... kamu ngerokok sekarang! ga bagus dek buat kesehatan!."

" Ga papa lah , suka - suka gue dong/"

" Ya elah , kog situ sih ama kakak sendiri."

" Iya - Iya kakak sayang.."

" Sayang?"

" Iya , emang kenapa? ada yang salah?"

" Sayang apa nih...."

" Au ah elap ..."

Lalu aku membelakangi kakakku , ia pun duduk di dekatku

" Jangan gitulah dek , kakak hanya bercanda kog."

" Udah tau ..."

" ihh kamu judes banget dek ..."

" Ya udah deh , kakak balik ke kamar dulu " Susulnya

Setelah aku ditinggal sendirian dikamar , akupun meratapi betapa mulianya kak maya karena snagat di cintai oleh papa dan mama. Tidak seperti aku yang selalu diomelin mama dan selalu dimarahi oleh papa. Mungkin karena kakak sudah mapan dan bekerja jadinya mereka selalu sayang dengan kak maya.

3 hari kemudian , kak maya masih canggung atas sikapku yang sedari kemarin itu. Ia hanya melirik ke arahku dan sesekali membuang muka padaku. Perasaan canggung juga muncul dariku. 

" Ahh .. ini apa sih ini! kenapa aku jadi ikutan canggung. Kan aku yang iri bukan dia.!" Gerutuku

Malamnya , kak maya menghampiriku kembali dan berbicara dengan manis. Karena kak maya sangat peka terhadapku tentang bagaimana perasaanku.

" Udah dek , jangan dipikirin terlalu dalem. Kakak tau , kamu iri kan denganku. Pada dasarnya kakak sayang sama kamu. Mungkin papa dan mama lebih sayang padaku karena setiap bulan selalu ku berikan uang padanya. Tapi dengan semua itu , kakak berlaku adil ke semuanya. Nih , kakak kasih kamu uang jajan. Udah jangan dipikirkan terlalu dalem ya. Besok pagi kakak udah kerja lagi."

Lalu kak maya memberikanku 10 lembar merah uang tunai untukku. ia pun mengelus - elus rambutku seakan - akan dia sedang menasehatiku. Dengan perkataannya akupun paham apa yang ia maksud. 

" Iya kak , maafin adek ya karena terlalu jutek ama kamu. " Aku meminta maaf dan menerima uang yang kakak berikan tadi.

" Nah gitu dong , senyum atu..."

Lalu akupun melemparkan senyuman manis untuknya.

" Kamu kalo senyum manis banget deh hehe."

" Ahh kakak bisa aja."

" Em , dek malem ini kakak tidur di kamarmu ya."

" Iya deh kak gapapa."

Lalu kamipun mengobrol banyak dan menceritakan kehidupannya masing - masing hingga larut malam. Saat jam 1 dini hari , kak maya mengajaku untuk tidur karena besok dia berangkat bekerja kembali. Kamipun tidur seranjang dengan guling ditengah sebagai batas.

Saat kami tertidur lelap , aku tak sengaja mengolet ke kanan yang melewati guling tersebut dan secara refleks karena dinginnya udara malam ku peluk erat kak maya. Setengah sadar kak maya juga melakukan hal yang sama. Ia menerima pelukanku dan kamipun saling kelonan.

Hawa dingin semakin menjadi jadi sehingga membuat kami berdua sangat kedinginan. Alhasil , kak maya memeluku dengan sangat erat banget. Saat udara dingin berhembus masuk melewati celana ini , secara otomatis dedekku juga bangun dari tidurnya.

Astaga! Dedek bangun dan tegak serta mengeras. Hal itu membuat tegaknya penis ini menempel di bagian perut bawah kak maya. Namun , kak maya tak menyadarinya sama sekali. Rasa ngaceng ini semakin menjadi - jadi sehingga dengan setengah sadar akupun mengeluarkan penisku dan mengarahkan ke kak maya.

Ku sodok - sodokan di bagian luar kemaluan kak maya , iapun nampaknya sangat merasakannya gesekan itu. Lambat laun , kak maya pun terangsang dengan gesekan ini hingga membuatnya mendesah lirih. Sontak akupun jadi tersadar 100%. 

Rasa ini agak malu , namun sudah terlanjur dengan agak canggung dan takut  ku lanjutkan. Berikutnya tanganku mulai masuk ke dalam celana kak maya. Disana ku temukan seperti tempat yang membuat adem dedekku ini.

Setelah itu , jariku tak sengaja keblusuk ke dalam lubang dan ternyata itu memek kak maya. Saat jari tengah masuk kak maya merintih - rintih. Ku lanjutkan dengan colekan - colekan kecil yang membuat kak maya makin merangsang.

Lalu , takut kak maya keburu bangun akhirnya ku pelorotkan celana nya hingga dia telanjang. Memeknya yang bersih dan lembut membuatku semakin tak sabar ingin segera masuk kesana. Dengan perlahan ku baringkan dia. Setelah itu ku masukan penisku dengan pelan - pelan. Dia pun merasakan dan tak sadar ketika kontol ini masuk ke dalam vaginanya.

Ku sodok dengan pelan tapi pasti agar kak maya tak sadar duluan , ia pun merasakan nikmatnya sodokanku ini dengan buktinya ia mendesah. Sepertinya kak maya sudah pernah melakukan hal ini dengan orang lain. Terbukti , memeknya udah longgar. 

Setelah itu ku sodok lagi dengan gesekan lebih cepat sedikit dan alhasil kak maya terbangun. Ia menatapku sejenak.

" emmmmhhhh .... kamu ... dek!"

" Mmmm ... mmmm .... maa .... aaa ... maaaf kak, adek bukan maksud."

" Udah , dah terlanjur gapapa. Jangan kasih tau siapapun kalo kita ML. Lanjutin gih.."

" Beneran kak?"

" Iya sayang .."

Lalu ku lanjutkan sodokan dan kak maya pun kini semakin membirahi yang luar biasa. Tak berselang lama , iapun membalikkan tubuhku dan kini ia posisi diatas. Di posisi ini kak maya semakin tak terkendali. Begitu juga denganku.

Berbegai gaya kami lakukan , namun disaat enak - enaknya lagi ngentot kakak tiba - tiba pagi sudah tiba. Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi sehingga membuat kak maya menyudahi adegan panas ini dan iapun berjanji akan melakukannya lagi setelah pulang nanti.

Tepat jam 9 pagi , kak maya sudah bersiap mau berangkat. Lantas tak berapa lama kak maya mmemintaku untuk mengantarnya. Akupun terus mengantarkannya e bandara lagi. Sesudah itu , ketika saat sampai disana kak maya memberikanku ciuman bibir yang hangat untukku dan bilang bahwa setelah pulang nanti ia mengajakku ke hotel dan melakukan hal semalam.

Dan benar , setelah kak maya pulang dari kerjanya kamipun langsung ke hotel dan melakukan persetubuhan hingga berhari - hari di hotel itu. Nikmat dan puas sekali rasanya pengalaman dapat mengentot kakak kandung sendiri. Apakah kamu juga sudah melakukannya? THE END