| Main kuda di pagi hari |
Kiara, perempuan cupu yang tinggal bersama ibu tiri dan ayah kandungnya. Kehidupan Kiara tidaklah sebahagia yang ia inginkan. Setiap hari Kiara selalu dituntut oleh ibu tiri nya untuk mendapatkan nilai paling tinggi, padahal rata rata nilai Kiara sudah diatas tuntas.
Tapi, masih saja ibu tiri nya menganggap nilai itu masih kurang bagus.
"Kiara! " Panggil Satria, ayah kandung Kiara
"Iya, Pah"
"Kamu berangkat nya diantar sama mama aja ya. Papa ada meeting kantor pagi ini, gapapa kan sayang"
"Iya pah"
"Papa janji nanti pulang dari kantor, papa bawain brownies kesukaan kamu ya? "
Kiara mengangguk,
Kebetulan Mawar, ibu tiri Kiara lewat, Satria memanggil Mawar
"Sayang! "
"Ada apa, Mas? "
"Tolong kamu anterin Kiara ke sekolah ya, Mas hari ini ada meeting pagi"
Mawar langsung menoleh ke arah Kiara dengan tatapan tak suka, tentu saja Satria tidak tahu tatapan tersebut. Kiara menunduk saat mengetahui dirinya ditatap oleh Mawar.
"Mas tenang aja. Aku anterin Kiara ke sekolah kok"
Satria tersenyum
"Yaudah, aku berangkat dulu"
Satria menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan istri baru nya, lalu ke Kiara.
"Ara, papa berangkat dulu ya. Maaf gk bisa anterin kamu"
"Iya pah"
Setelah Satria keluar dari rumah, Mawar menghampiri Kiara.
"Heh! Anak dekil. Ga usah manja pake dianter, sana naik taksi atau ojek. Saya ada perlu dengan rekan rekan saya"
"Iya Ma"
"Awas kamu, kalo ngadu sama Mas Satria tentang saya yang gak nganterin kamu ke sekolah. Siap siap saja, hukuman akan menantimu"
Sebenarnya Kiara ingin sekali melawan Mawar, tetapi ibu tiri nya itu pandai sekali berakting. Ada saja alasan untuk membuat Satria percaya padanya. Bisa saja Mawar membela diri nya dan pura pura membela Kiara , Mawar itu sangat tidak suka dengan Kiara entah alasan nya apa.
Sejak pertama kali bertemu memang Mawar menujukkan sikap baik baik saja, setelah menikah dengan Satria, Mawar menjadi seenak dirinya. Menyuruh Kiara untuk mendapatkan nilai bagus, mencuci baju serta bersih bersih.
š©
Pagi itu, Kiara sudah sampai di sekolah, ia tidak memiliki teman karena penampilan nya cupu. Menggunakan kacamata besar dan seragam agak kedodoran, rambut diikat menjadi satu dengan poni di atas alis. Satu satunya yang bisa menemani Kiara hanyalah buku, karena dengan buku ia tak merasa kesepian.
Apalagi buku yang ia baca tentang fantasi, Kiara sering berangan-angan ingin memiliki teman yang banyak. Ingin sekali Kiara menjadi seseorang yang disayangi oleh banyak orang.
Sedang asik asik nya membaca buku, tiba tiba kepala nya terbentur bola basket.
Dugh!!!
Kiara terkejut sekali, kepala nya seperti akan ada benjolan. Kemudian seorang pria berjalan menghampiri Kiara. Pria itu mengambil bola basket nya.
"Sorry" Kata pria itu dengan tatapan datar, seolah hal yang baru saja terjadi hanya biasa saja.
"Iya" Kiara menunduk lalu pergi dari situ.
Pulang sekolah Kiara melewati dua orang pria yang sepertinya sedang berdebat. Dirinya tidak peduli, tapi tiba tiba saja salah seorang pria menunjuk dirinya.
"Cewek itu jadi taruhan kita"
Deg!!
Kenapa pria itu menunjuk dirinya? Perasaan dia tak kenal dengan pria tersebut. Kedua pria itu bernama Leo dan Rangga, terlihat dari nama seragan yang mereka kenakan.
Yang menunjuk Kiara tadi adalah Rangga.
"Maksud lo apa jadiin dia taruhan ha? " Tanya Leo
"Emang kenapa lo takut kalah taruhan? Kalo misalnya lo menang, lo gak akan nembak cewe itu dan sebaliknya, paham lah pasti maksud gue"
"Gue harus jadi pacar si cupu? "
"Iyalah.Pasti lo bakalan kalah sama gue"
"Ok, gue terima tantangan lo"
Rangga tersenyum smirk.
Ia pun langsung pergi dari situ.
Kiara tidak ingin dijadikan bahan taruhan oleh mereka, tapi bagaimana cara nya ia mengatakan hal itu. Jadi, lebih baik dia pergi saja dari situ.
Semoga besok, Kiara tak bertemu lagi dengan Leo ataupun Rangga. Baru saja ingin melangkah, Leo menghadang jalannya.
"Lo yang tadi kena bola basket kan? " Tanya Leo
"Iya"
"Soal yang tadi, jangan dipikirin"
"Emang aku bakal dijadiin taruhan apa? "
"Em... Itu... Ga usah dibahas lagi"
Leo segera pergi dari situ. Ia sebenarnya juga tidak tau Rangga ingin taruhan dengan apa. Kenapa sasaran taruhan harus Kiara?
š
Pulang sekolah, Kiara langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
Tiba-tiba pintu dibuka oleh Mawar.
"Enak ya kamu, pulang sekolah malah enak enakan tidur di kasur, cepet kamu masak buat makan siang"
"Aku capek, Ma. Abis pulang sekolah"
"Jawab aja bisanya. Ayo cepat masak sana"
"Iya ma"
"Tunggu! "
Baru saja Kiara melangkah ke dapur, Mawar menyuruh Kiara untuk pergi ke supermarket, karena bahan di dapur sudah habis.
"Belanja dulu sana. Bahan di dapur udah gak ada"
"Iya, Ma"
Mawar memberikan uang 100 ribu pada Kiara.
"Nih, beli bahannya sekarang. Awas jangan jajan, mama gak ngasih kamu ijin untuk jajan"
Kiara hanya mengangguk.
"Buruan!!!! " Bentak Mawar.
Kiara segera ke supermarket dengan naik taksi. Sampai disana, Kiara mengelilingi rak rak di supermarket. Ia kini hanya menggunakan pakaian baju lengan pendek dan celana panjang agak ketat, rambut tergerai tanpa kacamata
Biasanya ia akan pergi ke luar menggunakan lensa, tapi kali ini, Kiara melepas lensa nya, karena begitu lelah nya di sekolah tadi, apalagi ibu tiri nya itu menyuruh Kiara sekarang di supermarket.
Brukk!
Barang milik seseorang di depan Kiara terjatuh, Kiara segera mengambilnya dan mengembalikan pada pemiliknya.
"Mas, barangnya jatuh"
Orang itu berbalik menghadap Kiara.
Deg!!!
Lelaki itu mendadak seperti patung, melihat perempuan di hadapan nya.
"Leo! " Ujar Kiara
Ya, lelaki itu bernama Leo.Kemudian Leo mengamati tubuh Kiara, benarkah di hadapan nya ini Kiara, kenapa Kiara terlihat cantik?
"Leo!! " Panggil Kiara
"Eh.. Iya"
"Barang kamu jatuh nih"
Kiara mengulurkan barang tersebut kepada Leo.
Seketika Leo teringat dengan tantangan Rangga waktu tadi. Leo harus berusaha untuk menang jangan sampai kalah.
Diambilnya barang yang diulurkan oleh Kiara lalu pergi dari situ tanpa mengucapkan terimakasih.
"Dih, gak tau terima kasih"
Kiara langsung segera menyelesaikan belanjaannya.
☀
Pagi yang cerah itu, Kiara sudah sampai di sekolah pukul 06.10
Terlalu awal bukan?
Memang, itu hanya berlaku untuk siswa yang rajin dan pintar seperti Kiara. Kebiasaan yang dilakukan Kiara berangkat pagi sebenarnya untuk menghindari amukan dari sang ibu tiri.
Kiara sebenarnya terkekang dengan ini semua, ingin bertemu dengan sang bunda yang telah tiada. Tapi, pasti bunda akan sedih bila Kiara putus asa, apalagi masa depan yang akan ditempuhnya masih jauh. Tak terasa air mata Kiara terjatuh membasahi rok nya.
Kemudian ada tangan yang mengulurkan sebuah tisu di hadapan Kiara. Begitu mendongak, ternyata itu Leo.
Diambilnya tisu tersebut dan mengelapkannya di kedua pipi nya.
"Makasih" Ucap Kiara
Leo hanya mengangguk. Selama 5 menit mereka berdiam diri, Kiara pun membuka suara.
"Kamu ngapain disini? "
"Ini kan kelas gue, ya wajar donk gue disini"
"Maksudnya ngapain di bangku aku? "
"Cuman ngasih tisu, tadi lo kan abis nangis"
Kiara pun meneteskan air mata nya lagi. Leo yang melihat itu pun gelagapan
"Lo boleh cerita sama gue, ada masalah pasti kan? "
"Aku cuman keinget sama bunda, Dia udah bahagia di atas sana"
Leo pun terkejut dengan penuturan si cupu. Dia kira si cupu ini mempunyai keluarga yang lengkap dan bahagia, ternyata sebaliknya.
"Andai bunda masih hidup, aku pengen bisa bahagiain bunda. Tapi, bunda sekarang udah gak ada, aku kesepian"
"Papa lo? "
"Masih ada, tapi udah punya istri. Aku gak suka sama istri papa"
"Kenapa? "
"Dia jahat. Selalu nyuruh aku beresin rumah sendiri, bahkan memasak pun aku yang harus ngerjain. Mama tiri aku bisanya cuma dandan dan belanja, buang buang uang pemberian papa"
Leo tersentuh hatinya,ketika mendengar ucapan Kiara. Miris sekali hidup nya, bergelimang harta tapi hidup nya sengsara.
Bek masuk pun berbunyi nyaring.
$$
Saat istirahat tiba, Kiara ke kantin sendiri sambil membawa buku bacaan kesukaannya. Duduk sendiri di pojokkan tanpa ada yang mengganggunya.
Sedangkan Leo berada di lapangan bersama Rangga. Mereka sudah sepakat untuk bertanding hari ini. Begitu suara peluit sudah dibunyikan, pertandingan segera dimulai.
Sorak sorai penonton riuh mendukung sang jagoan mereka masing-masing. Kiara yang mendengar ada suara berisik di lapangan pun menoleh ke arah sana. Terlihat Leo dan Rangga bertanding Basket di tengah lapangan.
Kiara pun tak peduli dan melanjutkan acara membaca buku kesukaan nya.
Menit demi menit telah berlalu dan kini pertandingan basket pun selesai, pemenangnya adalah............
Leo atau Rangga?
Pemenangnya adalah Rangga, kenapa bisa?
Leo sedari main tadi tidak fokus, entah apa yang ada dipikiran nya?
Sedari tadi nama yang muncul terus menerus di otaknya hanya Kiara. Leo pun tersenyum senang dan menghampiri rivalnya.
"Siap menerima tantangan kemarin yang gue kasih? "
Mau tidak mau Leo harus melakukan itu, lagian ini salah nya juga yang tidak fokus. Kenapa nama Kiara terlintas di otak nya?
"Gue siap menerima"
"Besok pagi lo harus nembak tuh si cupu di hadapan semua murid di sini"
"Kenapa begitu? "
"Protes lo? Lo kan kalah, jadi terima aja "
Rangga menepuk bahu Leo. Kemudian pergi dari lapangan. Arah pandang Leo tak sengaja menatap Kiara yang sedang berjalan menuju kelas.
Leo menghembuskan nafas lelah, sepulang sekolah ia akan langsung istirahat, karena badan nya capek semua.
š„
Malam pun tiba, Kiara masih sibuk di kamar untuk belajar.
Mawar tidak akan memberikan makan malam pada Kiara, sebelum Kiara belajar terlebih dahulu. Di ruang makan sudah ada Mawar dan Satria.
"Sayang, kamu lihat Kiara gak? Perasaan Kiara gak keliatan dari tadi? "
"Itu Mas. Kiara lagi belajar, lagian tadi udah aku suruh turun buat makan, tapi bilang nya nanti nanti" Dusta Mawar.
"Yaudah kamu panggilin sana, suruh makan belajar nya ditunda dulu"
Mawar dengan ogah ogahan menghampiri anak tirinya itu.
"Sini kamu! Makan sana,udah dipanggil sama ayah kesayangan kamu. Kalo bukan karena ayah kamu, saya tidak sudi menyuruh kamu ikut makan malam dengan saya"
Kiara pun menghampiri Mawar dan turun untuk makan malam.
Kiara membatin
Aku harus sabar, setelah lulus sekolah nanti aku akan pergi jauh dari sini. Suatu saat akan ada hari bahagia yang kunantikan
Sampai disana, mereka bertiga makan dengan tenang. Hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Usai makan, Mawar membereskan piring piring kotor tersebut, kemudian sampai dapur, dia menyuruh Kiara untuk mencucinya
"Cuci itu piring. Awas jangan sampai ada noda di piring. Mama potong uang jajan kamu sampai itu terjadi"
Kiara pun mencuci piring dan gelas bekas makan malam tadi.
ššæš
Keesokan harinya, Kiara bangun lebih awal untuk memasak. Saat sedang memasak, Mawar mendatangi Kiara.
"Heh! Nanti siang kamu jangan pulang ke rumah"
"Kenapa Ma? "
"Saya ada tamu nanti siang. Kamu tidak boleh berada di rumah. Terserah kamu pergi kemana saja, mau di kolong jembatan pun saya tak peduli"
Deg!
Hati Kiara tersayat, segitu tidak suka nya Mawar dengan keberadaan Kiara. Apa salah Kiara sampai sampai Mawar memperlakukan dirinya ini layaknya pembantu di rumah.
Belum pernah sekali pun Mawar memberikan kasih sayang selayaknya anak dan orang tua. Yang Mawar berikan hanya derita dan derita saja.
Mau tak mau Kiara harus menurut.
Sampai di sekolah, Kiara merasa tak ada semangat di dalam dirinya. Hidup nya bagaikan sayur tak ada garam, hambar. Itu itu saja yang ia jalani, apalagi semenjak kepergian sang ibu, tak ada lagi penyemangat dalam hidup nya.
Berakhir nya jam pelajaran, Kiara langsung ke perpus untuk meminjam buku latihan soal yang akan digunakan sebagai bahan ujian minggu depan. Di Koridor ia dicegat oleh seorang lelaki bertubuh kecil dan rambut yang dibuat jambul.
"Kiara, lo disuruh ke lapangan sama Leo"
"Ada apa ya? "
"Pokoknya lo harus ke sana, entar ngamuk tuh orang"
Kiara mengangguk dan menuju ke lapangan. Terlihat sudah Leo yang berdiri di lapangan dengan tatapan datarnya. Anehnya, banyak orang yang menyaksikan mereka berdua.
Diana, cewek yang menyukai Leo itu melihat keramaian di lapangan, penasaran dengan apa yang terjadi disana, Diana bertanya pada siswa kelas 12 Ips 3
"Itu lapangan kok rame? Ada apaan sih? "
"Leo katanya mau nembak cewek"
Deg!!!
Diana terkejut mendengar hal ini, seorang pria yang ia incar ternyata sudah mempunyai tambatan hati nya, Diana mengepalkan tangannya tak terima.
Sekarang Kiara bingung dengan situasi di lapangan ini. Ditonton oleh banyak orang, apakah dirinya akan dibully? Selama ini Kiara belum pernah dibully, tapi hanya tidak punya temen saja. Mana ada yang mau berteman dengan dirinya yang berpenampilan cupu.
Leo segera mengambil tangan kanan Kiara dan mulai bicara. Sebelum itu, Leo menghembuskan nafas supaya tidak gugup, bukan karena takut ditolak tapi dia benar benar malas melakukan ini.
Rangga menyaksikan bagaimana Leo melaksanakan kesepakatan nya.
"Tuh Si Leo bener bener punya nyali, hebat"
"Cih, paling dia kepaksa, kalo bukan karena tantangan dari gue, mana mau dia ngelakuin itu"
Leo sudah menstabilkan pernapasan nya, kemudian menggenggam tangan Kiara dan mengucapkan
"Kiara, mau gak jadi kekasihku untuk selamanya"
Ciee
Ciee
Sorak sorak para siswa menyerukan Leo yang menyatakan cinta pada cewe cupu. Banyak yang mengabadikan momen ini melalui sosmed di instagram, Facebook dan story WA pun tak ketinggalan.
Kiara yang bingung ingin merespon seperti apa, dia langsung mengatakan
"Ak... "
"Engga! " Seru Diana
š¶
Kedatangan Diana yang tiba-tiba di lapangan, membuat pusat perhatian mereka menjadi bertambah. Diana itu cewe gatel yang suka mengikuti kemana pun Leo pergi. Sudah beberapa kali Leo menyuruh Diana untuk menjauh darinya, tapi Diana tetap keukeuh gencar mendekati Leo.
"Pokoknya aku gak setuju kamu deket deket sama si cupu"
"Urusannya sama lo apa? Gue yang jatuh cinta lo yang repot"
"Leo, aku gak nyangka ya, selera kamu rendahan banget. Modelan cupu kayak gini, apa yang mau dibanggain? Bikin malu iya"
Mendengar cacian Diana, Kiara menahan diri untuk tidak menangis, ia yakin dirinya gadis yang tegar. Tapi, Kiara cukup lega mendengar balasan ucapan Leo pada Diana.
"Yang rendahan itu elo. Udah tau gak suka, masih aja ngejar ngejar, gak punya malu? Otak dipake" Sarkas Leo.
Diana mati kutu. Dirinya kini sudah dipermalukan oleh Leo, yang notabennya orang tersayang. Orang yang ia cintai.
Leo menarik tangan Kiara menuju kantin, malas berhadapan dengan Diana yang sok itu.
Sedangkan Diana sendiri, merasa malu dan menghentakkan kakinya kesal.
Leo mengajak Kiara ke kantin, kini kantin cukup sepi.
"Kia! "
"Iya"
"Kenapa?? "
"Hah? Kenapa apanya? "
"Kenapa diam aja? Tadi aku nembak kamu, terus kamu Terima gak? "
"Em... Gimana ya? "
"Kamu nolak? "
Ekspresi wajah Leo nampak sedih, tapi bagi Kiara wajah Leo yang seperti itu nampak imut sekali.
"Kamu lucu, Leo"
"Hah? "
Leo nampak sedikit salting mendengar ucapan Kiara.
"Iya Leo, kamu lucu" Cicit Kiara
Leo menggigit bibir dalamnya gemas. Kiara yang cupu ini ternyata tidak seburuk yang orang orang pikirkan, hanya saja kacamata nya ini yang membuat orang orang menilai bahwa Kiara orang rendah.
Entah dapat ide darimana, Leo menggenggam tangan Kiara yang putih mulus, baru kali ini Leo merasakan tangan perempuan. Lembut dan nyaman untuk digenggam.
Seketika Leo teringat, bahwa ia menyatakan cinta pada Kiara hanyalah untuk menjalankan tantangan dari Rangga. Yang penting tantangan itu sudah selesai. Tak sengaja, telinga Kiara mendengar ada siswi siswi yang membicarakan tentang dirinya.
Ih! Si cupu kok bisa ya disukai sama Leo
Lagian apa menarik nya tuh si cupu
Mending Diana ya, cantik walau agak gatel
Cari itu yang berkualitas, good looking paling engga
Leo tiba-tiba emosi, tidak terima Kiara diejek ejek seperti itu, tangan Leo menggebrak meja kantin membuat siswi tadi terlonjak kaget.
"Kalo gibah, mending gibahin gue aja, ayo sini"
Siswi siswi tadi langsung kabur dan takut melakukan kesalahan nya lagi.
"Leo, aku bikin kamu malu ya? " Tanya Kiara
"Engga kok, sama sekali engga. Malahan aku seneng bisa bersama kamu"
Jujur, perut Kiara seperti ada kupu kupu berterbangan di perutnya. Baru kali ini, Kiara berpacaran, rasanya sangat cukup menyenangkan.
š
Pulang sekolah, Kiara bersama Leo. Karena mereka sudah resmi jadian, maka mereka harus melakukan layaknya sepasang kekasih.
"Kia, aku anterin pulang ya? "
"Gak ngrepotin kan? "
"Engga lah. Kamu kan pacar aku, mau kemana pun kamu pergi aku siap anterin kamu"
Blushhh
Pipi Kiara langsung merona. Salting dengan perkataan Leo.
Drrttt
Ponsel Kiara berbunyi, sontak Kiara membulat kan matanya saat tau Mawar menyuruh dirinya untuk tidak boleh pulang ke rumah.
"Leo, aku boleh minta tolong gak? "
"Kenapa ? "
"Aku ikut kamu boleh gak?aku males pulang ke rumah soalnya"
"Boleh sih, ke apart aja ya. Rumah aku ada mama, takut nanti gk dibolehin kamu nginep"
Kiara naik ke motor sport hitam milik Leo. Usai siap, Leo menancapkan gas nya menuju apartemen.
š±
Mawar menyuruh Kiara untuk pulang, tapi Kiara bilang bahwa ia sedang ada les untuk persiapan ujian minggu depan. Mawar tak curiga tentang itu, lagi pula Mawar senang jika Kiara tak pulang.
Sesampainya di apart Leo, mereka mulai masuk ke dalam.
"Malam ini kamu tidur di apart aku"
"Terima kasih ya, Leo"
Mereka sudah masuk dan Kiara berganti baju di kamar mandi. Leo memilih untuk berbaring di ranjang empuk sambil memejamkan mata nya lelah
Usai 10 menit menghabiskan waktu di kamar mandi, Kiara keluar menggunakan handuk saja. Mendengar suara pintu kamar mandi dibuka, Leo membuka matanya.
Leo meneguk ludahnya tergoda.
Kiara yang hanya menggunakan handuk saja, terlihat paha nya yang terekspos. Lalu wajahnya yang tanpa lensa.
Cantik juga ternyata Kiara and.... Seksi batin Leo dengan mesum.
Dengan menunduk, Kiara berkata,
"Leo, aku gk bawa baju. Terus gimana? "
"Yaudah telanjang aja gak papa"
Kiara membulat kan matanya terkejut
"Gak mau! Lagian kan kita tinggal berdua, kalo sendiri gapapa kali aku telanjang "
Leo mendekati Kiara dan mengangkat dagu Kiara menghadap wajahnya
"Kita kan udah jadi pacar, gapapa donk kita buka ² an"
Wajah Leo yang dekat dengan nya, membuat jantung Kiara tidak aman.
"Leo, kamu jangan macem macem ya. Aku teriak kalo kamu macem macem sama aku"
"Aku juga bisa teriak, kalo kamu penyusup disini. Kamu itu tinggal di apart aku, jadi jangan harap kamu bisa seenaknya teriak di sini, nurut apa kata aku"
Kiara tak tahu harus bagaimana. Menjadi pacar seorang Leo tak pernah terlintas dalam benaknya. Entah hidup nya akan aman aman saja atau sebaliknya.
"Kiara, kamu duduk aja disini. Nanti malem aku beliin baju baru buat kamu, disini tidak ada baju yang ukuran nya pas"
"Aku cuman pake handuk sampai malem? "
"Iya, kalo dilepas juga gak papa. Pake tanktop sama celana dalam"
"Aku pake handuk aja deh"
"Ck,, kenapa gak dilepas aja sih. Kan aku pengen lihat tubuh kamu yang seksi itu"
Kiara tak menyangka, bahwa seorang Leo yang dingin itu ternyata juga bisa mesum.
"Engga mau"
"Kok kamu gitu sih sama pacar sendiri? "
Leo mulai merajuk, bibirnya yang agak dimajukan dan mata nya yang dibuat imut, ingin sekali Kiara memeluknya dan mencium pipi Leo
Tapi Kiara takut Leo akan ilfeel pada dirinya.
"Kiara please ya,, handuk nya dilepas, aku pengen liat. Aku penasaran sama itu kamu"
"Nanti malem aja"
"Nyusu? "
Kiara terkejut, apa yang dibilang Leo? Nyusu? Yang benar saja, baru sehari menjadi pacar Leo dia harus melakukan hal itu. Astaga! Pikiran Leo sudah mulai liar.Kiara takut jika Leo akan memperkosa nya.
"Boleh kan, Ara? "
"Iya, tapi kamu gak ada niat buruk kan sama aku? "
"Engga, aku janji gak bakal macem macem"
Kiara pun mengangguk.
š¼
Sore pun tiba, Leo mengajak Kiara ke tempat perbelanjaan untuk membeli baju dan celana.
"Terserah kamu mau pilih yang mana, entar aku yang bayarin"
"Eh, ga usah, Le. Aku ada uang kok, biar aku bayar sendiri"
"Engga, pokoknya aku yang bayar. Kamu udah jadi pacar aku"
Kiara hanya menurut saja dan mulai memilih dalaman. Leo yang ikut Kiara memilih pakaian pun menyuruh Kiara membeli yang ditunjuk oleh Leo.
"Pilih yang ini aja. Bagus dan pas di tubuh kamu"
Kiara melirik lingerie yang dipegang Leo. Astaga,benar benar ya si Leo tuh mesum banget.
"Ini keliatan banget belahan nya terus tipis lagi"
"Gapapa lah, udah pilih aja. Aku masukin ke troli"
Kiara hanya pasrah saja, lagian dia hanya dibelikan oleh Leo. Sebenarnya tidak enak saja, Leo sudah memberi ijin untuk dirinya tinggal di apart dan ini, Leo malah membeli kan baju untuk nya.
Usai membeli pakaian, mereka segera ke kasir, tanpa mereka sadari Diana juga ada disana dan melihat Leo bersama Kiara.
Itu kan Leo sama si cupu. Jadi Leo serius pacaran sama si cupu. Ih! Bikin kesel deh ngeliat mereka. Harusnya Leo tuh jadian sama gue, kenapa si cupu sih yang dapet batin Diana kesal.
Selesai sudah Leo dan Kiara belanja, mereka kembali ke apart.
"Leo, aku ganti dulu ya"
"Iya sana. Tuh seragam udah bau seharian dipake"
"Aku ke kamar mandi dul
Setelah berganti pakaian dengan memakai lingerie, Kiara berdiri menghadap Leo sambil menunduk.
Glekk
Leo meneguk ludah nya tergoda dengan penampilan Kiara. Terlihat sekali belahan dada Kiara yang besar.
" Kiara, duduk sini "
Kiara duduk di ranjang agak berjarak dengan Leo.
"Agak deketan, Ara. Kalo jauh jauhan kayak kita lagi musuhan"
Kiara mulai mendekat ke Leo.
Sontak Kiara terkejut dengan Leo yang tiba-tiba membaringkan kepalanya ke paha mulus Kiara.
"Buka sayang, mau nenen"
"Tapi Le, aku... "
"Stttt... Sayang jangan nolak ya. Nurut aja"
Leo mulai mengeluarkan nipple Kiara dari lingerie yang dipakai Kiara. Nipple itu membuat Leo tak sabar untuk ia hisap. Diremas nya dada Kiara membuat sang empu menahan desahannya
"Enghhh"
Leo mengenyot nipple Kiara seperti bayi, dengan mata tertutup serta bibir yang bergerak gerak karena nyusu, dapat Kiara lihat wajah Leo yang tenang di dada nya.
Leo melepas nipple dari mulut nya dan menatap Kiara dari bawah
"Kia, boleh ya aku nyusu sampai pagi, dada kamu bikin candu buat aku"
"Kamu gak niat mau cabul kan? "
"Engga, sayang. Aku janji engga cabul, cuma pengen nyusu aja, dada kamu manis tau"
Ucapan Leo di telinga Kiara lucu seperti anak kecil, baru kali ini, Kiara melihat sosok Leo yang berbeda seperti biasa, saat di sekolah Leo akan menampakkan wajah yang biasa saja. Malam itu mereka tertidur dengan Kiara yang memeluk Leo.
š
Pagi itu, seluruh siswa ramai membicarakan tentang Leo dan Kiara yang bisa jadian. Mereka heran, padahal Leo itu tampan, pasti banyak cewe cantik yang mau mengantri menjadi kekasih nya, tapi Leo malah memilih si cupu yang tidak ada apa apa nya.
Diana yang baru saja sampai di sekolah mendengar siswi siswi membicarakan tentang Leo dan Kiara. Pagi pagi sudah disuguhi dengan pembicaraan yang membuat dirinya panas. Sungguh sangat menyebalkan sekali si Kiara.
Tiba-tiba motor sport Leo memasuki kawasan parkiran sekolah dengan membonceng kan Kiara.Sontak anak perempuan heboh sendiri.
Diana yang melihat Leo berboncengan dengan si cupu, langsung menghampiri Leo dan Kiara
Brakkkk
Diana menyenggol bahu Kiara sampai Kiara terjatuh mengenai pot di sebelah nya
"Awsh"
"Heh! Cupu. Lo pasti ngerayu Leo kan supaya dianter ke sekolah, iya kan? Terus pake drama drama buat Leo mau boncengin elo kan"
Leo benar benar tidak ingin ikut campur dengan hal ini, tapi mengingat tantangan yang harus ia lakukan dari Rangga membuat terpaksa Leo harus turun tangan membela Kiara.
"Lo pergi aja deh dari sini, ganggu tau gak? "
"Leo, yang ganggu itu dia, bukan aku"
"Gak usah sok nyalahin orang, jelas jelas lo dorong Kiara maksudnya apa? Dasar cewe gak tau diri"
Leo berjongkok dan menggendong Kiara ke UKS
Diana yang dimaki oleh Leo hanya menahan rasa kesal, kenapa sih Leo tak ada rasa pada nya, apa yang kurang dari dirinya, dibandingkan dengan Kiara, Diana lebih unggul.
Tapi bila Kiara mau berdandan juga melepas kacamata bulatnya, Diana akan jelas kalah cantik dengan Kiara.
Sampai di UKS, Leo membaringkan Kiara ke brankar UKS. Mengobati luka Kiara dengan obat merah dari lemari uks.
"Awh, shhh"
"Sakit? " Tanya Leo
"Perih"
Leo meniup lutut Kiara perlahan sambil mengoleskan obat merah di luka Kiara.
"Sayang, mau aku beri Diana pelajaran boleh gak? "
"Maksudnya mau bales perbuatan Diana yang tadi"
"Iya sayang, keterlaluan kan. Makanya aku beri dia pelajaran"
"Ga usah, mending biarin aja. Lagian kan gak bikin aku cedera parah"
"Yaudah kalo itu mau kamu"
⏲️
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, saatnya siswa siswi pulang ke rumah masing-masing.
Kiara dan Leo sudah berada di parkiran untuk pulang, tapi Kiara ingin sekali buang air kecil terlebih dulu.
Usai buang air, Kiara keluar dari toilet dan malah bertemu Rangga.
"Cupu! "
Kiara berhenti karena ada orang yang memanggilnya
"Ada apa, Kak? "
"Lo sekarang udah jadian ya sama Leo, gimana seneng gak? "
"Aku bingung, sebenarnya seneng sih, tapi juga takut"
"Astaga! Ngapain takut sama dia, cih! Leo tuh cuman cowo biasa, anak Mama juga. Buat apa takut ama tuh orang"
"Aku pulang dulu ya, Kak. Udah ditunggu"
Kiara pamit pada Rangga dan langsung berjalan ke parkiran.
Si Kiara bereaksi apa ya, kalo tau bahwa Leo jadiin dia pacar karena tantangan dari gue, pasti terpukul banget batin Rangga
Sampai parkiran, Kiara ditanya oleh Leo
''Ngapain aja kok lama? "
"Tadi aku dicegat Rangga"
Deg!
Leo takut jika Rangga mengatakan yang tidak tidak pada Kiara, apalagi tentang taruhan itu.
"Rangga ngapain kamu? "
"Cuman ditanyain, "
"Kalo dia ngapa ngapain kamu, bilang aja ke aku, ok"
Kiara mengangguk.
Tiba di apart, Kiara dan Leo dikejutkan dengan kedatangan Diana. Apalagi pakaian Diana yang mini? Mau ngejalang tuh anak?
"Ngapain lo di apart gue? "
"Aku cuma main doank kok, gak boleh ya"
"Lo amnesia ha? Tadi pagi lo udah nyakitin cewek gue, sekarang dengan tanpa bersalah, lo malah datang ke apart gue. Ck, gak tau diri emang"
"Si cupu aja boleh kesini, kenapa aku engga? "
"Heh! Jangan manggil Kiara cupu, dia punya nama"
"Segitunya cinta nya kamu sama dia? Belain dia terus menerus"
"Ya wajar lah, dia kan pacar gue"
Diana sudah merasa semakin panas, melihat Leo dengan santuy nya menggandeng tangan Kiara mesra.
⏳
Di dalam apart, Kiara ke dapur untuk membuat kan Diana minum, hanya es lemon segar saja.
"Diana, diminum ya pasti haus kan? "
"Pasti lo jadi babu kan di rumah Leo, gak mungkin lo dilayani bak seorang ratu, lo sama Leo tuh bagaikan debu dan berlian, lo yang debu, Leo yang berlian, gak pantes bersanding"
Kiara menunduk sambil memainkan jari jari nya mendengar perkataan Diana yang sangat menggores hatinya. Apa salah Kiara sampai sampai dicaci seperti itu?
Tak lama, Leo datang dengan memakai baju polos berwarna hitam serta celana coklat selutut.
"Ngapain nih cewe kamu bikinin minum? " Tunjuk Leo
"Dia kan tamu, jadi aku buatin minum. Pasti haus kan nungguin kedatangan kita"
"Biarin aja, sekali pun jadi mayat, aku gk peduli dia mau ngapain disini. Lagian dia pasti mau jadi pelakor"
"Sttt, Leo. Jangan kasar ngomong nya"
Leo duduk di sofa bersebelahan dengan Kiara. Tangan kanan Leo yang berada di atas sofa.
"Leo kamu kenapa duduk disitu,
Sini samping aku aja"
"Pacar gue itu Kiara, bukan elo. Ngapain duduk di samping lo"
Leo mengecup pucuk kepala Kiara, sengaja melakukan itu supaya Diana bosan melihat nya.
"Sayang kayaknya kamu ada PR deh, gimana kalo ngerjain sekarang, takutnya besok gak selesai? " Ajak Leo
"Masa sih, gak ada deh"
"Ada kok.Kamu nya aja yang pelupa"
Leo mencubit hidung Kiara gemas. Diana kesal, dirinya hanya dikacangi oleh Leo, kemudian Diana menggebrak meja depannya
Brakkk
Leo dan Kiara menatap Diana yang kesal
"Kesel deh aku, dikacangin. Gara gara cewe cupu ini, kamu malah abaikan aku"
"Salah siapa datang ke sini, gak ada yang nyuruh lo kesini"
Diana langsung pergi dari apart Leo. Terlanjur kesal dengan perilaku Leo yang tak menghargai dirinya yang bertamu.
"Leo, kasihan tau Diana. Dia jadi marah"
"Biarin, lagian jadi cewe gak tau malu, bertamu di rumah orang cuman mau jadi pelakor"
Kiara hanya diam setelah itu
"Sayang, ke kamar yuk. Aku capek"
"Yaudah kita ke kamar sekarang"
šš
Malam pun telah tiba. Kiara dan Leo masih betah berada di kamar. Tiba-tiba perut Kiara keroncongan.
"Aku laper Le" Ujar Kiara
"Yaudah aku pesenin nasi goreng mau"
"Mau banget"
Leo mengambil ponselnya dan memesan gofood
Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang bincang terlebih dulu
"Yank, aku minta jatah boleh gak? " Pinta Leo
"Maksudnya kayak kemarin? "
"Iya, tapi kalo sekarang agak beda sama yang kemarin"
"Beda gimana ? "
"Entar aku kasih tau"
Pesanan nasi goreng sudah sampai dan mereka mulai menyantap dengan tenang. Malam malam seperti ini memang cocok untuk menikmati nasi goreng, selama 15 menit mereka menyantap nasi goreng, akhirnya kenyang juga.
"Ah! Kenyang"
"Kamu beresin ini, kalo udah langsung tiduran di samping aku"
Kiara segera beres beres dan menghampiri Leo. Tangan Leo mulai mengelus pipi kenyal Kiara. Lensa kontak Kiara dilepas oleh Leo. Sungguh Leo tidak suka Kiara memakai lensa tersebut, cantiknya tertutup oleh lensa.
Wajah Leo mendekat ke arah Kiara lalu mengecup bibir Kiara
Cup!
Dilumatnya bibir Kiara sambil memegang pinggang Kiara yang ramping.
"Sayang mau ya aku ewe? ''
" Ga mau, "
"Kenapa? Enak lho, Yank. Apa mau liat punyaku aja"
Leo mengelus kejantanan nya, kemudian dikeluarkan menghadap Kiara.
Terkejut Kiara melihat kejantanan Leo yang panjang dan besar.
"Emut sayang"
Entah kenapa, Kiara langsung menurut, mengemut kejantanan Leo.
"Engh... Sayang.. Fuck.. Uh! Enak banget.... Ah... Terus... Sayang"
Di sela sela Leo mendesah, tangan Leo bergerak membuka baju Kiara dan celana nya juga.
Leo menikmati emutan junior nya yang berada di mulut Kiara. Leo sudah mencapai pelepasan dan mengeluarkan spermanya hingga masuk di mulut Kiara.
Hoek!
"Leo, cairan putih ini ga enak"
"Engh... Nanti kamu bakal terbiasa kok, buruan shhh... Nungging sayang"
Kiara menungging membelakangi Leo.
Usai itu melepas celana Kiara dan memasukkan junior nya ke pan***Kiara.
Jleb!!!
Kiara meremas seprai sambil mendesah
"Ah.... Shhh... Engh... Leo.... Mph... Sakit.... "
Leo senang sekali mendengar desahan sakit Kiara. Kemudian Leo melepas kan junior nya dan membalikkan tubuh Kiara menjadi terlentang.
Leo meremas dada Kiara kencang.
"Leo... Mph... Emut... Please"
Seakan mendapat kan kartu lotre, Leo segera mengemut tete kenyal Kiara.
"Mph.... Ah.... Shhh''
Leo sangat semangat mengemut tete Kiara hingga tertidur.
š
Pagi hari nya seperti biasa Kiara dan Leo berangkat bersama.
Pemandangan itu tentu masih banyak dilihat oleh siswi yang lalu lalang di kelas.Bedanya, Kiara pagi ini tidak menggunakan lensa kontak nya.
Leo sengaja menyembunyikan lensa kontak Kiara supaya tidak dipakai Kiara. Jujur Leo sangat membenci lensa kontak tersebut.
Diana lagi dan lagi melihat mereka bersama berdampingan. Tangan Diana terkepal kesal.
Liat aja lo cupu, gue bakal bikin lo perhitungan batin Diana.
Penampilan Kiara yang berbeda , membuat siswa maupun siswi menatapnya dengan penuh kagum, bahkan ada cowo yang memuji Kiara
Itu Kiara kan
Gila cantik banget
Pantes Leo mau jadi pacar nya
Aslinya good looking tuh cewe
Kiara yang dipuji seperti itu, mengangkat kepala nya, sungguh ia jarang ditatap kagum oleh orang orang.
Bel masuk pun berbunyi, tanda
kegiatan belajar akan segera dimulai.
Pelajaran sudah berakhir, Kiara merasa ingin pipis. Langsung saja Kiara menuju ke kamar mandi. Usai itu ia berjalan keluar dan berpapasan dengan Rangga.
Mereka bertemu lagi kali ini. Tapi tatapan Rangga berbeda, ia seperti terpesona dengan Kiara, wajah Kiara yang putih tanpa lensa, serta rambut yang terurai sepinggang.
"Permisi, Kak. Aku mau lewat"
"Tunggu! "
š©ø
Leo yang mencari keberadaan Kiara, malah berpapasan dengan Diana
"Leo! Mau ke kantin bareng gak? Aku sendirian soalnya"
"Lo liat Kiara gak? "
Diana yang tadinya tersenyum, sekarang berubah datar
"Ngapain nyari dia, mending ke kantin bareng aku. Palingan juga dia lagi sama om om"
Leo sia sia bertanya pada Diana, buang buang waktu saja.
Kemudian pandangan nya tertuju pada kedua orang berbeda gender berada di samping dinding toilet cewe.
š©ø
Bugh!!
Rangga terjatuh ke samping. Sontak Kiara menutup mulutnya terkejut.
"Maksud lo apa, hah deketin cewe gue? "
"Cih! Ga usah akting lo. Kiara itu cuma jadi taruhan kita, lo lupa? "
Deg!!
Jantung Kiara berdetak kencang, jadi Leo cuma pura pura sayang padanya?
Kiara dengan berani menampar wajah Leo
Plakkkk
"Jadi kamu sebenarnya gak cinta sama aku, terus waktu di lapangan itu kamu pura pura cinta sama aku iya? "
Baru saja Leo ingin menjawab tapi sudah didahului oleh Rangga
"Bener, Leo gak sayang sama lo. Karena dia kalah taruhan, dia nyatain cinta sama lo, pura pura jadi pacar lo"
Air mata Kiara terjatuh, kemudian dia pergi dari situ, kecewa yang dirasakan oleh nya sangat begitu dalam. Dia sudah menuruti kemauan Leo,menjadi pacar nya tapi Leo ternyata hanya berpura-pura mencintainya.
"Kenapa lo bilang begitu sama Kiara, bang*at? "
"Biar dia tahu aja, lagian dia gak cocok sama lo"
"Terus Kiara cocok sama lo ha??? ''
" Lo udah tau donk jawaban gue"
Bughh!
Leo menonjok Rangga kembali, hingga memar biru nampak di pelipisnya.Nafas Leo sudah terengah engah, emosinya belum bisa padam, lebih baik dia mengejar Kiara saja, dia akan menjelaskan pada Kiara supaya Kiara mau memaafkan nya.
Leo menghubungi seseorang melalui ponsel nya
"Halo, entar malem ketemu di club, jangan lupa tugas lo"
Tut!
Panggilan berakhir. Leo segera pergi dan mengobati dirinya yang luka-luka akibat tonjokan Leo.
***
Saat pulang sekolah, Leo tak melihat keberadaan Kiara, ia khawatir Kiara akan marah dan benci pada nya, jujur Leo sepertinya tak mau kehilangan Kiara. Apalagi saat dirinya ditampar Kiara, sungguh hatinya tak terima melihat Kiara tampak kecewa padanya.
Hingga menjelang sore, Leo tak menemukan tanda tanda keberadaan Kiara. Ia menangis di dalam rumah dengan terduduk di samping pintu kamar.
"Kiara, kamu dimana sayang, maafin aku, aku gak ada maksud buat nyakitin hati kamu sayang. Aku mohon kembali Kiara, hiks hiks... Aku tulus cinta sama kamu Kiara"
Cukup lama Leo menangis, tiba tiba ponsel nya berdenting
Ting!
Ranggaš¹
Online
Temui gue di club,
cewe lo ada sama gue.
Dia lagi diperkosa sama
temen gue
Deg!!!
Jantung Leo seperti akan copot, apa yang terjadi dengan Kiara? Dengan tergesa-gesa, Leo mengambil kunci mobilnya dan menyetir mencari Kiara. Rangga sudah menunjukkan lokasi keberadaan Kiara, dia ada di club.
šøš¾
Kiara sekarang berada di club bersama Rangga dan teman Rangga, Damian. Dia seorang pegawai club malam. Damian ini disuruh oleh Rangga untuk menculik Kiara, alasan Rangga menculik Kiara ingin bermain main sedikit dengan cewe cantik ini yang tak lain dan tak bukan adalah Kiara.
"Cantik! Malam ini kita bersenang senang ya"
"Engga mau, kamu jahat"
Rangga tertawa sinis
"Aku gak jahat, baby. Yang jahat itu Leo, tega banget dia jadiin lo bahan taruhan. Andai lo mau jadi pacar gue, dijamin lo bakal bahagia"
Kiara menangis, teringat Leo. Segitu teganya, Leo mempermainkan dirinya, tak punya hati sekali Leo.
"Cup cup cup sayang, jangan nangis ya. Sekarang kita mau senang senang lho"
Rangga membuka baju nya dan membuang ke samping kanan. Kemudian berjalan menghampiri Kiara. Tangan kanan nya memegang dagu Kiara.
"Nikmati saja, baby"
Dengan tersenyum mesum, Rangga mendekat kan wajahnya ke Kiara tapi...
Bugh!!
"Jadi elo yang mau merkosa pacar gue ha? "
"Santuy bro, datang datang main nonjok aja, minum dulu napa? "
Leo melempar Rangga ke dinding dan menghampiri Kiara kemudian memeluk nya
"Hiks, hiks, hiks.. Leo aku takut"
"Stttt, udah sayang, sekarang aku udah disini, ok. Jangan panik, aku bakal bawa kamu pergi dari orang gak waras itu"
"Aku... Hiks... Mau pulang Leo"
"Ok kita pulang"
Leo menoleh ke Rangga yang terbaring di lantai club dan menunjuk Rangga, mengisyaratkan untuk jangan mencari masalah lagi dengannya.
šš
Leo membawa Kiara ke mobilnya dan pergi dari situ. Dibawanya Kiara ke tempat ramai, di sebuah cafe. Masih di mobil Leo mencoba menenangkan Kiara
"Sayang, kamu gak papa kan, diapain aja sama Rangga bang*at? "
"Aku mau diperkosa, hiks, takut, Leo, aku takut"
Leo memeluk Kiara dan memenangkan nya. Dihapus nya air mata Kiara dan mengecup kedua kelopak mata indah Kiara.
"Kiara, kamu jangan percaya sama Rangga, aku bener bener cinta sama kamu sayang. Percaya sama aku, aku gak bohong. Jujur aku gak mau kehilangan kamu, please tetap di samping aku selamanya"
Leo mendekat kan wajahnya ke wajah Kiara dan mengecup bibir merah Kiara yang menggoda, menyalurkan rasa cinta nya yang begitu besar. Kiara membuka pakaian atasnya dan menuntun tangan
Leo ke arah dada nya.
"Remas sayang, aku butuh sentuhan dari kamu" Ujar Kiara
Leo tersenyum senang, lalu membuka pakaian Kiara dan meremas dada besar Kiara.
"Terus Leo... Mph.... Shhhh... Ohhhhh... Enghhh"
Leo mengemut dada Kiara sembari meremasnya, tak rela sekali Leo melihat Kiara berada dalam pelukan lelaki lain, hanya dirinya saja yang boleh memiliki Kiara seorang.
Leo berjanji akan menikahi Kiara setelah kelulusan nanti. Dia ingin membawanya pergi jauh dari kejahatan ibu tirinya itu, rencana Leo setelah menikah akan pergi ke San Francisco dan tinggal disana.
0 Komentar