Kisah ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak dan Mama nya yang memiliki masa depan sangat suram sehingga membuatnya hidup serba kesusahan dan penderitaan.
Tokoh Utama Dalam Cerita
- Dina
- Gio
- Mama Dina
- Papa Dina
Novel CMD - Pagi - pagi Dina buru - buru berangkat ngampus. Karena bangun kesiangan ia tak sempat untuk sarapan.
" Din , Sarapan dulu." Tukas Ibunya
" Gak sempat ma. Nanti di kampus aja."
Lalu Dina berangkat , berbekal sepeda motornya yang butut honda 700 ia mengendarai santai walaupun dalam benaknya tersebut ingin agar cepat sampai tapi apa daya motornya tak bisa diajak ngebut.
Sampai di kampus jam 7.15 menit. Ia terlambat , alhasil ia tak bisa mengikuti class hari ini dan di skor.
Karena keterlambatan tersebut , Dina gelisah. Setelah itu ia pergi meninggalkan kampus dan menuju ke kost Gio.
Gio adalah kekasih Dina yang sudah bekerja di perusahaan Masjek. Ia bekerja sebagai Chief Marketing Executive disana. 5 tahun ia bekerja dan menjalin asmara dengan Dina. Sejauh ini hubungan mereka sangat baik.
" Tok ... Tok ... Tok , Beb?"
Tak lama Gio membuka pintu.
" Eh kamu beb. Ada apa pagi - pagi gini dah sampe sini "
" Huft ... Tadi telat beb jadinya gini deh. Kalo pulang takut ntar mama pasti marah. Aku main ke kostmu dulu ya."
" Yaudah , masuk gih."
Kebetulan hari ini Gio libur cuti. Lalu Gio menemani Dina mengobrol sembari tiduran berdua di kasur.
Sampai siangnya , saking ngelanturnya perbincangan mereka pun sudah terlanjur sejauh ini. Nafsu - nafsu cinta timbul lantaran kedekatan mereka dan persetubuhanpun dimulai.
ML Berdua Dengan Kekasih
Dina yang sudah nafsu berat dengan beraninya menciumi bibir Gio. Ia merasakan kedua kalinya membuat kenikmatan. Dengan mesra Gio memperlakukan Dina seperti seorang istri. Mereka tersenyum dan tertawa cikikan di dalam kostnya.
" Beb , bener kita mau lakuin ini?" Ungkap Gio
" Iya beb , aku sudah kadung pengen banget nih."
" terus gimana nanti kalo kamu hamil?"
" Jujur ya beb , aku sebelumnya udah pernah melakukan ini sama Edward. Apa kamu kecewa?"
" Kecewa sih enggak , tapi harusnya kamu bilang dari dulu. Ya sudah kita lakuin dengan cinta ya."
" Iya beb maaf deh. "
Kemudian mereka berdua melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya. Dina memulainya dengan melepas pakaiannya begitu juga dengan Gio.
Adegan panaspun dimulai dengan ciuman bibir yang dilontarkan Dina begitu ganasnya. Dilanjut Gio meremas - remas toketnya yang cukup besar sembari menghisapinya.
" Emmmmhhh .... Aaaaaaaahhh .... Enak beb .... Sshhhhh ..."
Mereka terus bergerilya , setelah beberapa menit dina membaringkan kekasihnya lantas iapun menaiki tubuhnya dengan berlawanan hadap yang artinya Dina mengajak 69.
Paham dengan maksud Dina , Gio pun melayaninya dengan sepenuh hatinya. Ia jilati memek Dina dengan hebatnya. Sementara Dina pun juga melakukan hal yang sama hingga mereka berdua sudah terangsang yang luar biasa , Dinapun menaiki tubuh Gio memasukan batang penisnya ke dalam kemaluannya.
Masuk seperempat , begitu cukup lancar diiringi Dina mendesah. Masuk setengah , Dina merasakan hal yang sangat nikmat ditandai dengan desahan yang lumayan keras. Namun , Gio udah tak sabar akan hal ini ia meminta Dina untuk memasukan semuanya.
Lantas , Dina memasukan semuanya dengan lancarnya karena sebelumnya ia sudah pernah hubungan badan dengan mantan kekasihnya.
Setelah blesss masuk , Dina menggenjot dengan cepatnya dan ia juga mendesah yang membuat Gio semakin merangsang hebat. Iapun meremas - remas payudara kekasihnya itu.
" Shhh ... Aaahhh ... Enak beb?"
" Aaahh ... Aaahhh ... Enak banget beb. Lagi beb yang cepet "
Dina menambah kecepatan goyangannya sehingga membuat kasur bergeser sedikit. Masih di posisi bersetubuh yang sama , Dina mencoba merubah posisi dengan membelakanginya.
Di posisi tersebut , Gio terlihat agak kesakitan karena jenis penisnya melengkung keatas. Namun , hal itu tak disadarinya sehingga membuat Dina semakin cepat menggenjotnya
" Plok ... Plok ... Plok ... Aaaaahhh .... Sshhhhh .... Aaaaahhh."
Sekitar setengah jam , Dina capek dengan posisinya yang sekarang. Ia melepas batang penis Gio dan berbaring. Gio yang sudah kepalang nafsu berat langsung bangun dan memasang kuda - kuda lalu menancapkan penisnya kembali ke lubang memek Dina.
" Aaaaahhh ..... Blessssshhh ....."
Disodoknya memek Dina sampai ia kewalahan, tenaga Gio begitu kuat dan penisnya sangat panjang yang membuat Dina merasakan nikmat tiada tara.
Setelah satu jam berselang , Dan mereka berdua sudah sama - sama klimaks , Dina dan Gio sama - sama tidur telentang tanpa sehelai kain.
Mereka tiduran sambil berpelukan layaknya suami istri.
" Makasih ya beb , udah muasin aku" ujar Dina
" Iya beb , ini kali pertamanya aku melakukan hal ini dan ternyata enak beb."
" Hehe... Ya jelas enak kan gratis beb." Guraunya
" Ihh kamu beb!" Nanti lagi ya hehe " sahut Gio
" Enggak ah , males!"
" Kenapa beb?"
" Iya - iya bebebku , aku hanya bercanda. Kapanpun kamu mau , aku selalu siap melayanimu. Kan kamu dah janji mau nikahin aku?"
" Iya beb , makasih ya."
Pulang Kerumah Dimarahin
Jam 5 sore Dina pulang kerumahnya , Mamanya yang garang sudah stanby di depan rumah karena anak semata wayangnya pulang terlambat.
" Dari mana saja kamu?" Jam segini baru pulang!"
" Maaf ma , tadi Dina ngerjain skripsi di rumah temen."
" Bohong!" Kamu abis ketemuan sama Gio. Mama tahu. Mama tak melarang kamu pacaran dengannya tetapi kamu harus kuliah betul betul bukan malah dipergunakan untuk pacaran."
" Ma ... Maa ... Maaf ma " Dina tertunduk layu
Dengan garangnya , Dina di pukul dengan kayu yang mamanya bawa. Iapun langsung masuk ke dalam kamarnya menangis sesenggukan.
Malam Hari Kesakitan
Malamnya , Papa Dina sudah pulang dari kerja di luar kota. Perlu diketahui bahwa papa Dina adalah tipe lelaki hidung belang. Ia sudah menyimpan siasat untuk dapat menikmati tubuh anaknya yang sudah lama di dambakan.
Tepat jam 10 malam , Saat Dina tak bisa tidur dengan listrik padam Papanya menyelinap masuk ke dalam kamar Dina. Setiap papanya pulang , mama dina selalu melayani Suaminya sampai puas.
Dengan berjalan pelan gelap - gelapan , ia mendekati tempat tidur Dina. Seketika Dina terkaget dengan kedatangan papanya.
" Paap ....!" Shhhhh!"
Dengan menodong sebilah pisau , Dina terdiam ketakutan karena baru pertama kali ini papanya jahat kepadanya.
Takut dengan papa nya , Dina hanya diam dan pasrah. Lanjut , papa nya mulai beraksi dengan niatnya menyetubuhi anaknya tersebut.
Dan saat ketika listrik menyala , Papanya Terus menodongkan pisau sembari mengancam mau melayaninya sampai puas jika tidak , Dina pun akan dibunuh.
Disisi lain , Mama Dina terbangun dari tidurnya. Ia ingin menyalakan lampu karena waktu listrik padam tadi lupa menyalakan lampu - lampu di rumahnya.
Berhubung ia tadi sehabis dientot sama suaminya , ia hanya mengenakan balutan handuk ditubuhnya. Namun , ia dibuatnya kaget ketika hendak menyalakan lampu di depan kamar Dina.
Ia mendengar suara suami nya dari dalam kamar tersebut. Karena penasaran dengan suaminya lantas ia masuk ke dalam kamar anaknya dan benar saja ketika pintu kamar dibuka dan lampu dinyalakan ia terkaget bukan main melihat suaminya telanjang dan membawa pisau.
" Papa ...!"
Papa nya Dina terkaget karena aksinya ketahuan. Lantas ia mengancam keduanya dengan pisau tersebut.
Mama nya Dina menangis , ia meminta agar jangan sakiti anak semata wayangnya. Namun , Papa tetap bersih kukuh dengan pendiriannya. Lalu mama nya Dina juga menjelaskan tentang apa saja kemauan dan gaya apapun sudah ia layani dengan baik , mama nya Dina juga mencoba membujuk suaminya agar anak jangan dijadikan korban pelampiasan nafsu.
Alhasil mereka berdua bertengkar menyalahkan satu sama lain. Dina yang melihat kesempatan ini berusaha untuk kabur. Namun sayang , kesempatan untuk kabur tersebut dapat digagalkan Papanya dengan menjegal kaki Dina.
Lantas Iapun terjatuh. Dina mencoba bangun dan mendekap mama nya yang masih berbalut handuk.
" Papa ini kebangetan! Anak sendiri mau di setubuhi!"
" Papa Ga peduli! Ini kemauanku! Jangan kau usik!"
" Enggak ... Aku ga akan izinin papa menyetubuhi Dina!"
" Baik! Kalo kamu enggak mau kasih Dina ke Aku sekarang juga , aku akan membunuh Dina sekarang!"
Papa Dina langsung mengambil Dina dari pelukan mama nya. Ia mengarahkan pisaunya tepat di leher anaknya tersebut.
" Jangan ... Jangan pa!" Jangan ....."
Namun niatan papanya Dina tetap pada pendiriannya. Lantas , Mama Dina pun akhirnya pasrah dan mengizinkan Anaknya untuk di nikmati oleh suaminya sendiri.
Setelah mendapat izin dari istrinya , Papa Dina menyuruh istrinya untuk keluar kamar. Iapun kemudian menuruti kemauan suaminya. Dina yang ketakutan menjerit histeris.
Di luar kamar , Mama nya Dina nampak resah dan hanya bisa menunggu dari luar. Sementara Dina digenjot habis - habisan tanpa pandang bulu. Mama nya Dina mendengar suara jeritan dan desahan keras dari anaknya yang ia rasakan mungkin anaknya kesakitan.
Satu jam lamanya Mama nya Dina makin resah dengan perlakuan suaminya. Ia pun mendengar suara Pak RT dari luar rumah yang tengah lewat.
Lantas , Ia keluar rumah dan memanggil Pak RT Hasan untuk mengatasi masalah rumah tangganya.
Pak RT Dengan tanggap langsung mendobrak pintu kamar Dina. Ia melihat Papa Nya Dina tengah menggenjot anaknya sendiri. Melihat hal tersebut Papa nya Dina terkaget , lantas hansip pun menangkap Papa nya Dina untuk dibawa ke kantor polisi.
Pagi Hari Makin Suram
Setelah kejadian semalam , Dina nampak murung di kamarnya. Ia tak menyangka Papa nya tega melakukan hal itu dengannya.
Sementara Mama nya Dina juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dialami anaknya. Ia sakit hati ketika suaminya melakukan hal tak senonoh terhadap anak kandungnya.
Sekitar jam 9 Pagi , Mama dan Dina berangkat ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Dari hasil penyelidikan Kini papa nya Dina di vonis 15 tahun penjara.
Setelah pulang dari kantor polisi , Secara otomatis kepala rumah tangga kini diemban oleh Mama nya Dina. Iapun kebingungan apa yang akan dilakukan kedepan untuk menghidupi anak semata wayangnya.
4 hari kemudian , Mama terlihat sibuk melamar pekerjaan. Namun hasil yang ia dapat hanya nihil. Ia pun kembali kerumah dengan tangan hampa. Sementara kebutuhan terus berjalan. Mama nya Dina sudah tak punya uang sama sekali. Ia terlihat kebingungan.
" Mama kenapa ma?"
" Enggak Nak , Mama tak apa - apa "
" Jujur aja ma ama Dina."
" Gini Nak , Mama beberapa hari ini cari kerja tapi ga dapat juga. Mama juga binggung sementara uang sudah habis. Buat makan nanti kita gimana?"
Sejenak Dina terdiam dan berfikir mencari jalan keluar. Beberapa saat kemudian , Dina mencetuskan rencana untuk mendapatkan uang yakni menjual beberapa elektronik seperti kulkas , tv dan lain sebagainya.
Lantas , Mama nya juga ikut setuju dengan rencana anaknya tersebut.
2 hari kemudian , Mama dan Dina menjual elektronik dirumahnya ke tukang service elektronik. Tukangnya pun datang dan membayar semuanya. Tetapi tak seperti yang Dina dan mama nya harapkan. Mereka justru menerima uang hasil penjualan itu sedikit dan hanya cukup untuk makan dan kebutuhan lain 4 hari.
Alhasil , Mama dibuat pusing dengan keadaan ini. Semua asset yang ia punya sudah habis terjual. Namun , masih terdapat satu asset yang amat berharga di matanya yakni kesucian pernikahan.
Beberapa kali Mama Dina sempat berfikir untuk menjual diri. Namun , Hal itu ia urungkan dan berfikir positif kembali.
Kesulitan Di Depan Mata
4 Hari berlalu , Kini kehidupan Dina dan Mama nya dirundung kesusahan yang sangat sulit. Uang hasil penjualan kemarin sudah ludes tak tersisa. Dengan terpaksa mereka makan ubi yang Mama nya tanam di belakang rumah.
Meski lahan nya sangat sempit , tapi setidaknya bisa mengganjal perut mereka dari rasa lapar. Mama yang berfikir kembali lahan sesempit itu tidaklah cukup untuk makan ber bulan - bulan.
Siangnya Dina pamit pada Mama nya untuk mencari kerja. Berbekal ijazah SMA karena kuliah nya terpaksa berhenti. Dina jalan kaki menuju tujuan nya karena motor bututnya juga sudah mereka jual kemarin.
Di perjalanan hendak menuju ke IndoApril ( Swalayan ) ia mencoba peruntungan menjadi kasir disana nantinya , namun Dina terhenti karena bertemu dengan kekasihnya Gio.
" Beb ... Mau kemana kamu?"
" Eh kamu beb ,mau cari kerja nih."
" Lahh .. kamu ga kuliah?"
" Panjang beb ceritanya."
" Ya udah , Naik gih."
Dina masuk ke mobil Gio dan mereka berangkat ke kostnya.
Sesampainya di kost , Dina menjelaskan panjang lebar dengan detailnya. Gio pun turut prihatin dengan apa yang dialami kekasihnya tersebut. Lantas Gio pun memberikan kenyamanan untuk Dina dengan bersetubuh kembali bersamanya.
Setelah selesai dan puas , Dina merasa lebih tenang dengan semua permasalahan yang dihadapinya.
" Udah mendingan beb?" Kata Gio
" Iya beb , makasih ya semuanya."
Dengan tiduran pelukan Gio memberikan solusi pada Dina dengan memberikan saran agar Mama nya mau melakukan hubungan gelap dengan Gio yang ia menjamin kehidupan mereka akan tetap baik.
Mendengar itu , Sekilas Dina cemberut dan ngambek terhadapnya karena saran itu menurutnya tidak baik. Namun , Gio terus membujuk dengan iming - iming segepok uang dihadapannya.
Beberapa saat kemudian setelah Dina terdiam berfikir dan tak menemukan jalan lain , Dina pun mengiyakan kemauanya.
" Ya udah beb , aku mau kamu lakuin itu asalkan membuat keluarga kami behagia."
" Tenang beb , semuanya pasti bahagia kok. Aku akan kasih kamu dan mama kamu uang bulanan untuk belanja "
" Makasih ya beb."
" Sama - sama beb. Yuk kita lanjutin lagi ..."
" Ihhh ... Kamu ahhh..."
Lalu merekapun melanjutkan perngentotannya hingga malam.
Malam Penuh Kenafsuan
Malamnya setelah Dina dan Gio selesai bersetubuh , Gio mengantar kekasihnya ke rumahnya.
Sampai dirumahnya , Gio masuk ke rumah. Ia disambut oleh Mamanya Dina dengan baik dan membawakan secangkir kopi.
Beberapa saat kemudian Gio membujuk mama Dina tentang apa yang ia sampaikan kepada Dina siang tadi. Mama nya sempat menolak karena hal itu sangat tak lazim untuk ia lakukan.
Namun , Gio dibantu dengan Dina membujuk lagi dengan iming - iming menjamin kebahagiaan. Tak lama setelah Mama nya berfikir iapun akhirnya mau dengan saran dari mereka berdua.
Lantas Gio memutuskan untuk menginap semalam dirumah Dina. Malampun makin larut , Mama nya yang udah siap di kamarnya. Dina menyuruh masuk ke kamar untuk melayani mama nya.
Lalu Gio masuk , ketemu di dalam dengan mama nya Dina , Gio agak canggung karena melihat begitu indahnya tubuh mama nya Dina. Sulit ia bayangkan.
" Ayo nak , layanin mama. Anggap aja mama ibu mertuamu."
" I .. iy ... Iya tante "
Persetubuhan antara mama Dina dengan Gio berlangsung. Dina menunggu mereka di ruangan tamu sembari menonton tv. Namun , Disela - sela ia menonton tv , Dina mendengar desahan keras mama nya.
" Ihh ... Mama ah." Kata Dina menggerutu sendiri
3 Jam ia menunggu , tetapi Gio dan Mama juga tak kunjung selesai juga. Ia pun menyusul mereka ke kamar. Dina kaget melihat adegan panas yang diperankan Kekasih dengan mama nya ternyata masih berlanjut.
" Kalian kuat banget , 3 jam ga berhenti." Ujar Dina
Gio melambatkan gerakannya , ....
" Iya Nak , Mama masih pengen banget abisnya Pacarmu sangat tangguh dan kuat."
" Ihh ... Mama ... Ah ..."
" Sini deh nak , Ikutan Gabung."
Dina pun ikutan gabung bermain kuda - kudaan bersama. Mereka bertiga menjalani hubungan badan bertiga sampai pagi tiba.
Ending Mencengangkan
Pasca threesome semalam , nampaknya mereka bertiga rutin melakukannya setiap hari bahkan setiap Mama nya Dina pengen tak tertahankan Gio merelakan waktunya hanya untuk melayani Mama dan Anaknya.
Kehidupan Dina dan Mama nya semakin jauh lebih baik dengan adanya Gio di kehidupannya. Bahkan mereka bisa membeli perlengkapan rumah hingga mobil.
Hingga 15 tahun kemudian , tepat dimana Papa Dina terbebas dari hukumannya. Papa Dina pulang kerumah dan melihat anak dan istrinya di setubuhi oleh Pria. Perkelahian pun tak terhindarkan antara Papa Dina dengan Gio.
Hingga akhirnya Gio tewas tertusuk pisau milik Papa Dina. Setelah kejadian itu , Papa Dina kembali berulah dan memaksa Anak dan Istrinya untuk melayani.
1 tahun kemudian , karena Papa Dina terlalu banyak Hutang dan semua perlengkapan rumah juga habis untuk membayar hutangnya karena judi Papa Dina menjual anak istrinya untuk melayani teman Papa Dina sampai dikontrak 2 tahun lamanya karena hutang papa dina mencapai 5 milliar sehingga anak dan istrinya jadi korban Papa Dina. THE END


0 Komentar